Berita Terkini

Artikel Terkini

Optimalisasi Rumah Dampingan Bagi Mantan Pecandu Narkoba

  • 2 years ago
  • 243
  • kukuh_ariwibowo
#

Rabu, 5 Juni 2013, JAKARTA  - Mantan penyalahguna narkoba seringkali dihadapkan dengan serangkaian permasalahan, seperti  sulitnya mendapatkan pekerjaan, sulitnya berintegrasi dengan masyarakat dan sejumlah hal pelik lainnya. Hal ini banyak dipengaruhi faktor stigma negatif  di tengah masyarakat tentang mantan penyalahguna narkoba.

Menanggapi situasi ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) terus menempuh upaya yang komprehensif demi mendorong para mantan pecandu atau penyalah guna narkoba kembali pulih, produktif normatif dan mandiri. “Produktif dalam artian kembali dapat bermatapencaharian, normatif dapat menjalani aturan yang ada di tengah masyarakat, dan dapat hidup mandiri.  Kondisi ini mutlak harus mereka raih, agar stigma buruk di mata masyarakat dapat tereliminir ,”  kata Direktur Pasca Rehabilitasi Deputi Bidang Rehailitasi BNN, Drs. Suyono, dalam Seminar Bulan Keprihatinan Korban Narkoba 2013, di Gedung Manggala Wana Bakti Kementerian Kehutanan, Selasa (4/6).

Selanjutnya Suyono mengatakan, Direktorat Pasca Rehabiliatsi, telah berupaya mendorong produktivitas para mantan pecandu narkoba melalui berbagai program. Salah satu program yang sedang dikembangkan adalah optimalisasi rumah dampingan milik BNN, “Selain menjadi tempat aktualisasi data penyalah guna narkoba yang sudah menjalani rehabilitasi, rumah dampingan juga menjadi sarana bagi mantan penyalah guna narkoba untuk dibina sehingga mendapatkan akses yang lebih mudah terhadap dunia kerja,” kata Suyono.

Menurut Suyono, hasil binaan rumah dampingan dalam tiga tahun terakhir, pada tiga ribu klien telah menunjukkan hasil  yang positif. “Sekitar 170 klien yang ditangani di rumah dampingan BNN sudah kembali produktif karena sudah memiliki pekerjaan,” jelas Suyono.

Suyono menambahkan,  program pasca rehabilitasi lainnya yang dikembangkan adalah rehabilitasi berbasis konservasi alam yang meliputi hutan dan  laut. Berbicara masalah konsep rehabilitasi berbasis kehutanan, seperti di Tambling, Suyono menjelaskan, konsep ini mampu memberikan dampak yang baik bagi mantan penyalah guna narkoba, “Di Tambling, para mantan penyalah guna narkoba ditempa fisiknya agar kembali pulih, kemudian dibekali berbagai pelatihan yang bisa digunakan sebagai mata pencaharian ketika kembali berintegrasi di tengah masyarakat,” jelas Suyono lagi.

Sementara itu,  Deputi Rehabilitasi BNN, dr Kusman Suriakusumah memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Kehutanan yang secara konsisten memberikan dukungan pada BNN dalam konteks rehabilitasi, termasuk penyelenggaraaan seminar mengenai isu yang terkait dengan pasca rehabilitasi ini. Seminar ini penting sebagai salah satu upaya meningkatkan pemahaman lembaga atau institusi, dalam hal ini Kementerian Kehutanan terhadap masalah-masalah yang terkait dengan mantan penyalah guna narkoba, sehingga kepedulian dan partisipasi aktif dari lembaga tersebut dapat meningkat, “Dengan pemahaman yang komprehensif inilah, sebuah lembaga dapat memberikan dukungan yang nyata dalam memberikan pelayanan terapi dan rehabilitasi korban mantan penyalah guna narkoba secara efektif, terarah dan berkelanjutan untuk mencapai hasil yang diharapkan yaitu hidup produktif, kreatif dan normatif,” ujarnya.

 

Sedangkan, Agus Wahyudi dari Kementerian Kehutanan, menilai kegiatan seperti ini memberikan nilai plus bagi jajarannya. Melalui pembahasan yang mendalam tentang program pasca rehabilitasi, diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang luas sehingga pihaknya juga mampu melakukan pendampingan terhadap mantan penyalah guna narkoba dan mendorong mereka untuk kembali produktif.

Agus menambahkan, dari sektor kehutanan banyak hal yang bisa digali seperti optimalisasi pemanfaatan lahan milik Kementerian Kehutanan yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Jakarta. Ia menyebut salah satunya Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang cukup potensial dimanfaatkan untuk program pemberdayaan para mantan penyalah guna narkoba. “Ke depan dapat dibahas formulasi programnya seperti apa untuk pemberdayaan para mantan penyalah guna narkoba,” pungkas Agus. (pas)

 

Tanggapan Anda

Belum ada Komentar

Login untuk mengirim komentar, atau Daftar untuk membuat akun, gratis dan proses nya hanya 2 menit.

Login Akun DEDI
x

Login

Belum punya akun DEDI? Daftar sekarang hanya 1 menit saja

Login Menggunakan Akun Facebook Saya

Lupa Password